728x90 AdSpace

  • Latest News

    John Wick 2

    John Wick 2

    Spider-Man Home Coming

    Spider-Man Home Coming

    Captain America Civil War

    Captain America Civil War

    Fast & Furious 8

    Fast & Furious 8

    Paul Walker

    Paul Walker

    Cristiano Ronaldo

    Cristiano Ronaldo

    Steve Jobs

    Steve Jobs

    Nelson Mandela

    Nelson Mandela

    La La Land

    La La Land

    Wonder Woman

    Wonder Woman

    Pirates of the Caribbean 5

    Pirates of the Caribbean 5

    Elon Musk

    Elon Musk

    Robert Downey Jr.

    Robert Downey Jr.

    Rowan Atkinson

    Rowan Atkinson

    Logan

    Logan
    Tuesday, 11 October 2011

    TEKNIK PEMBUATAN PROPOSAL

    Tujuan Pembelajaran :

    1.      Peserta memahami teknik penyusunan proposal yang benar.

    2.      Mencetak kader yang mampu mendistribusikan proposal secara efektif.



    A.     PENDAHULUAN

    Program atau proyek selalu dimulai dengan suatu perencanaan yang seksama dalam bentuk pedoman kegiatan yang disusun secara logis dan sistematis. Perencanaan program yang berisi serentetan petunjuk/pedoman dalam melaksanakan seluruh kegiatan biasanya tertuang dalam dua bentuk, yaitu Proposal dan Desain / Kerangka Acuan Program.

    Tujuan dari penyusunan Proposal diantaranya agar program memperoleh dukungan dari Lembaga Dana, sedangkan penyusunan Desain dimaksudkan untuk membantu memudahkan tim pelaksana dalam melaksanakan kegiatan program.

    Proposal digunakan untuk mengkomunikasikan sebuah program tertentu kepada pihak lain. Proposal merupakan sebuah gambaran yang utuh tentang rencana kegiatan yang akan dilakukan, oleh karena itu proposal harus mengandung informasi se-detail mungkin, sehingga orang yang membaca tidak menyisakan sebuah pertanyaan.

    Proposal berasal dari bahasa Inggris yang artinya usul, mengemukakan sebuah usul atau tawaran, lamaran, pinangan. Proposal menurut James A Black dan Dean J Champion adalah pertanyaan singkat perihal yang akan dilakukan. Isinya antara lain tujuan penggarapan hal tersebut, dasar-dasar masalah, kegunaan, metodologi dan pembiayaan.

    Masing-masing lembaga dana memiliki kriteria dan pedoman sendiri dalam menerima usulan program, formatnya pun berbeda-beda antara lembaga satu dengan yang lain. Hal ini merupakan perbandingan dasar dalam melakukan analisis, apakah format tersebut mencerminkan kerangka kerja yang logis dan sistematis.

    B.     Pedoman Penulisan Proposal

    Ada banyak macam proposal, misalnya : Proposal Usaha, Proposal Kerjasama, Proposal Kegiatan, dll. Tidak ada keseragaman format maupun isi proposal program., Namun agar kita memperoleh sedikit gambaran yaitu tentang bagian-bagian Proposal.

    Karena proposal pada sisi yang lain juga dianggap sebagai desain suatu program, atau kegiatan, maka dasar dari sebuah proposal adalah yang dalam manajemen diistilahkan 5 W + 1 H, (What, Why, Who, Whom, When) + How. Adapun Proposal yang baik seharusnya mengandung informasi – informasi sebagai berikut :

    1.       Latar Belakang / Pendahuluan

    Bagian ini amat berperan penting dalam memberikan informasi apa sebenarnya latar belakang pemikiran yang mendasari pelaksanaan disebuah kegiatan, bagian ini biasanya Filosofis dan Ilmiah.Jika sebuah kegiatan dirancang untuk kegiatan Ilmiah, seperti “Seminar, Simposium, Diskusi, dll” maka latar belakang pemikiran berisi apa landasan Filosofis yang mendasari dipilihnya tema kegiatan tersebut. Dalam beberapa pro[posal yang dirancang untuk kegiatan serius, landasan pemikiran bahkan mirip dengan makalah, lengkap dengan catatan kaki dan referensi. Jadi latar belakang bukan saja berisi pemikiran yang mendasari terlaksananya kegiatan, tetapi juga tema dari kegiatan tersebut. Serius tidaknya sebuah kegiatan, biasanya dapat ditentukan dari serius tidaknya latar belakang pemikiran yang dibuat oleh perancang kegiatan.



    2.       Landasan Pemikiran / Dasar pemikiran

    Pada bagian ini diharapkan kegiatan yang akan dilakukan adalah dari pihak program organisasi/kebutuhan organisasi dari Devisi/Departemen dibawahnya, juga harus diuraikan landasan atau konstitusi (misalnya: Al Qur’an, Hadist, UUD, AD/ART, dll) yang memperkuat kegiatan itu dilaksanakan.



    3.       Tujuan

    Bagian ini menjelaskan apa tujuan yang ingin dicapai oleh sebuah kegiatan. Tujuan juga bisa dibedakan dalam “Tujuan Umum” dan “Tujuan Khusus”. Tujuan Umum adalah tujuan secara umum yang ingin dicapai oleh sebuah kegiatan, mengenai masalah-masalah yang bersifat makro, misalnya: Meningkatkan Skill managemen Organisasi. Sedangkan tujuan Khusus adalah yang bersifat Mikro atau lebih teknis yang merupakan “terusan “ dari tujuan yang makro tersebut. Dengan asumsi tujuan umum diatas (meningkatkan skill managemen Organisasi), maka tujuan khusus bisa berupa: meningkatkan Kemampuan Komputer, Administrasi.

    4.       Nama Kegiatan

    Setiap Organisasi yang merencanakan sebuah kegiatan harus membuat “Nama” yang akan dilaksanakannya. Nama tersebut menjadi penting untuk membedakan antara sebuah kegiatan dengan kegiatan lainnya. Nama kegiatan diusahakan : dibuat semenarik mungkin, jika perlu dengan kalimat mengundang keinginan orang untuk mengetahui lebih banyak lagi kegiatan tersebut.



    5.       Tema Kegiatan

    Tema kegiatan biasanya merupakan suatu gambaran umum dari kegiatan sesuai dengan momentum pelaksanaannya.



    6.       Target

    Target adalah suatu usaha tertentu yang diharapkan menjadi operasionalisasi dari tujuan kegiatan. Jika tujuan kegiatan, bisa berupa lahirnya beberapa tenaga terampil yang memiliki Skill tersebut. Dengan kata lain jika tujuan bersifat abstrak maka target lebih bersifat konkret.



    7.       Waktu dan tempat Kegiatan

    Bagian ini merupakan jadwal pelaksanaan kegiatan, termasuk tempat kegiatan. Jika terdapat beberapa rangkaian kegiatan, maka sebutkan waktu dan tempatnya satu persatu.



    8.       Kegiatan

    Sebuah nama kegiatan tertentu terdiri dari beberapa item kegiatan, Misalnya, nama kegiatan: Harlah IPNU, bisa berbentuk rangkaian kegiatan sebagai berikut:

    a.      Seminar

    b.      Parade Seni

    c.       Pengajian Akbar

    d.      Lomba-lomba

    e.      Pengkaderan

    f.         Dll

    Kegiatan-kegiatan tersebut dijelaskan dengan detail, tanpa ada yang tersisa.



    9.       Materi

    Jika materi kegiatan yang berbentuk ilmiah, materi-materi harus disebutkan secara rinci. Sebuah pelatihan kader, misalnya, tentu saja terdiri dari beberapa materi. Setiap materi memiliki kisi-kisi yang bertujuan untuk mengarahkan materi dalam fokus yang jelas, materi dan kisi-kisi berfungsi sebagai “rambu-rambu” dalam kegiatan tersebut. Jika berbentuk seminar, jelaskan juga materi-materi dan kisi-kisinya.



    10.  Nara Sumber

    Bagian ini menerangkan siapa yang diundang sebagai nara sumber dalam kegiatan tersebut, sesuaikan materi dengan nara sumbernya, juga perlu dicantumkan namanya serta gelar dari nara sumber tersebut.





    11.  Pelaksana / Panitia Penyelenggara

    Bagian ini mencantumkan nama lembaga yang bertanggungjawab dalam kegiatan tersebut. Kemudian sebutkan Organisasi pelaksananya atau yang lazim kita sebut Panitia, kepanitiaan biasanya terdiri dari dua (2) unsur :

    1)      Panitia Pengarah atau SC (Steering Committee) yang bertugas membuat kebijakan seputar materi kegiatan, atau konsep Dasar pelaksanaan kegiatan. Biasanya terdiri dari pengurus Harian.



    2) Panitia Pelaksana atau OC ( Organizing Committee) yang bertugas dalam hal-hal yang bersifat Operasional, biasanya terdiri dari dewan harian dan seksi.

    Daftar nama Panitia tersebut dicantumkan pada lembaran tersendiri atau sebagian lampiran.



    12.  Anggaran Dana

    Biasanya kegiatan ini terdiri dari : anggaran dana dan sumber-sumber pendanaan. Tuliskan berapa jumlah dana yang diperlukan secara keseluruhan. Sedangkan mengenai perincian kebutuhannya biasanya ditulis dalam lampiran proposal. Adapun sumber pendanaan juga ditulis sesuai dengan kebijakan organisasi pelaksana kegiatan, misalnya : Kas Organisasi, Sponsor, bantuan yang tidak mengikat, dll.

    Usahakan dalam menyusun anggaran biaya kegiatan disebutkan secara rinci, jangan terlalu global, dicantumkan juga dari mana kira-kira anggaran tersebut diperoleh, perlu diingat jangan mencantumkan “biaya tak terduga” karena hal itu menunjukkan kurangnya sifat profesionalitas pembuat proposal.

    13.  Penutup

    Bagian ini menjadi penutup dari informasi-informasi yang disajikan dalam proposal dengan berisikan harapan-harapan demi terlaksananya kegiatan tersebut. Bagian akhir proposal ditandatangani oleh panitia dan diketahui oleh pengurus Organisasi, sedangkan lampiran anggaran dana biasanya ditandatangani oleh Bendahara. Tanda Tangan dan Stempel merupakan tandatangan asli, bukan foto copy.



    C.     Hal – Hal Yang Diperlukan Dalam Proposal

    1.       Surat Permohonan Bantuan Dana

    Surat ini tidak menyatu dengan proposal, dalam arti pisah dan tersendiri kemudian surat itu dimasukkan dalam amplop

    2.       Surat Tanda Terima

    Sebagai bukti bahwa Proposal sudah diterima, maka harus ada tanda terimanya. Berikut Contoh surat tanda terima:

    Surat Tanda Terima

    Nomor Surat
       



    Dari
       

    Panitia Latihan Kader Muda Kec....

    YTH
       



    Hal
       

    Permohonan Dana

    Tanggal Surat
       



    Diterima Tanggal
       



    Cek kembali Tanggal
       



    Penerima



    (Nama dan Telepon)
       

    Pengirim



    (Nama dan Telepon)

    3.     Kwitansi

    Kwitansi diperlukan untuk tanda bukti pembayaran/dana yang telah diterima, kwitansi tersebut ditanda tangani oleh Ketua Pelaksana dan di stempel
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 komentar:

    Post a Comment

    Item Reviewed: TEKNIK PEMBUATAN PROPOSAL Rating: 5 Reviewed By: Motivator Indonesia
    Scroll to Top